Ahbab Syeikh Ali Jumah

Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan
anak cucu Adam dan memberikannya hati,
Rasulullah saw bersabda seraya mengajari
kita:”sesungguhnya Allah ta’ala memiliki
wadah di dalam penduduk bumi, dan wadah
Tuhan kalian adalah hati hamba salehNya,
dan yang paling Ia cintai adalah hati yang
paling lunak dan lembut (HR. Thobroni).
Dan dengan hikmahnya, Allah tidak
memberikan cahaya-Nya kepada hati manusia
selagi masih berisi sifat tercela yang Ia
terangkan dalam firman-Nya:”Dijadikan
indah bagi manusia kecintaan kepada aneka
syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak
lelaki, harta yang tidak berbilang lagi berlipat
ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak, dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi
Allahlah tempat kembali yang baik.”
Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan kita
untuk menghilangkan sifat-sifat tercela dari
hati kita, dan membersihlannya agar selalu
bergantung kepada Allah dan tidak
bergantung dengan selain-Nya.
Sesungguhnya awal dari jalan menuju Allah
adalah kesadaran, maka anda wajib bercepat-
cepat dan sadar dari kelalaian dan paham
hakikat dunia bahwasanya ia akan lenyap.
Dan kamu juga wajib membetulkan
perjalanan hatimu bersama Allah dan
memulai dengan mengosongkan hatimu dari
hal yang buruk agat bersiap untuk mengisinya
dengan hal baik.
Tapi bukanlah makna dari mengeluarkan
dunia dari hatimu dengan menghancurkannya
dan bukan berarti pula kamu tidak bekerja
didunia seperti apa yang Allah perintah dan
Allah larang. Tetapi makna yang benar
adalah ketika hatimu tidak bergantung
dengan dunia dan dunia tidak lebih kamu
cintai daripada Allah dan Rasul-Nya. Bukan
juga berarti kamu meninggalkan dunia
mentah-mentah.
Maka dari itu salah satu doa para Shalihin
adalah:” Ya Allah jadikanlah dunia berada
ditangan kami, dan janganlah engkau jadikan
di hati kami.”
Maka kita harus menjadikan dunia di tangan
kita dan mempergunakannya untuk Allah di
jalan Allah, sekiranya dunia tidak
menghambat kita untuk berjalan menuju
Allah dan untuk melakukan atau
meninggalkan pekerjaan karena Allah. Maka
apabila dunia menghambat kita maka
sesungguhnya kita termasuk orang-orang
rugi.
Dan kita harus kembali muhasabah diri
sehingga hati ini menjadi rumah Allah yang
dimasuki para Malaikat dan cahaya Allah,
dituruni rahmat dan berkah Allah, sehingga
kita berjalan di kehidupan dunia dengan
terberkahi dari Allah.
Maka lepaskanlah dirimu wahai manusia dari
hawa nafsu, syahwat dan duniamu!. Bukan
dengan meninggalkannya akan tetapi dengan
tidak bergantung kepadanya. Dan itu adalah
sesuatu yang besar yang membutuhkan
langkah-langkah, dan membutuhkan Tarbiyah.
Maka kamu harus mendidik nafsumu dan
melatihnya. Hal yang bisa membantumu
dalam Tarbiyah ini adalah dengan
memperbanyak dzikrullah di setiap waktu,
baik malam maupun siang, pagi dan petang.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Yusr –
radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya seorang arab
badui berkata kepada Rasulullah saw: “
sesungguhnya syariat-syariat Islam sangat
banyak bagi saya, maka kabarkanlah
kepadaku sesuatu yang aku bisa berpegang
teguh kepadanya”. Rasulullah menjawab:
“Selalu basahilah lisanmu dengan berdzikir
kepada Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. Tirmidzi)
○ Maulana Syaikh Ali Jum’ah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close